Dua penerbang Spanyol dalam
perjalanan dari Kairo menuju Baghdad tersesat di atas udara Suriah. Karena
kehabisan bahan bakar maka terpaksa mendarat di padang pasir.
Pada permulaan bulan April
1926, dua juru terbang bangsa Spanyol berangkat dengan kapal terbangnya dari Kairo di Mesir hendak menuju Baghdad di
Irak. Waktu itu jarak tersebut amat jauh dan berbahaya karena sebagian besar
dari perjalanan melalui padang pasir dimana tidak ada seorangpun yang
tinggal,tidak ada makanan dan air minum kalau sampai terpaksa mendarat di sana.
![]() |
| http://alifrafikkhan.blogspot.com |
Beberapa waktu lamanya mereka
tidak mendapat kesulitan. Tapi ketika mereka terbang di atas padang pasir
Suriah mereka tersesat. Dalam mencari jalan yang betul mereka sudah terbang
kesana kemari sehingga pesawat terbangnya kehabisan bahan bakar maka terpaksa
mereka turun di padang pasir tersebut.
Di dalam pesawat terbang
hanya ada makanan untuk tiga hari saja, dan oleh sebab itu mereka tidak
meninggalkan pesawat terbangnya dan menunggu dengan harapan akan dilihat oleh
pesawat terbang yang lewat. Tapi tempat dimana mereka turun jauh dari lintasan
pesawat terbang. Sepanjang hari mata mereka mengamati langit berharap mendapat
pertolongan tapi sia-sia.
Bukan main panasnya di sana tidak
ada tempat bernaung selain sayap pesawat mereka. Esok harinya air minum mereka
mulai berkurang dan takutlah mereka akan kemungkinan mati kehausan.
Akhirnya dua orang tersebut
mengambil keputusan hendak berjalan kaki meninggalkan tempat itu untuk mencari
pertolongan.
Sementara itu kabar kawat
diantara Baghdad dan Kairo terus
berjalan. Pihak Kairo bertanya apakah penerbang dari Spanyol sudah sampai di
Baghdad apa belum. Pihak Baghdad menjawab tidak tahu menahu tentang juru terbang
bangsa Spanyol itu. Makin lama semua orang merasa khawatir tentang nasib dua
orang itu karena sudah diketahui bahwa mereka hanya membawa sedikit bekal
makanan dan air minum.
Pada hari yang ketiga
Komandan dari British Royal Air Force
Angkatan Udara Inggris mengambil keputusan mengirimkan delapan pesawat
terbang untuk mencari penerbang Spanyol yang hilang itu.
Empat hari lamanya delapan
pesawat terbang Inggeris itu dalam mencari ke seluruh penjuru padang pasir
Suriah melihat-lihat dari atas dengan teliti. Pada waktu tengah hari pada hari
keempat itu para pencari dari Inggris itu melihat pesawat terbang yang hilang
itu. Tetapi ketika para pencari itu turun mereka hanya menemukan pesawat
terbang kosong penerbangnya tidak ada.
Waktu itu dua penerbang
Spanyol itu dengan badan yang lemah
karena lapar dan haus kaki luka-luka dan
lidah kering berjalan terus. Enam hari
sudah sejak mereka mendarat ,makanan dan minuman sudah habis. Yang seorang
sudah jauh tertinggal di belakang.
Angin bertiup menghembuskan
pasir ke udara seperti awan gelap menutupi pemandangan namun dia terus
berjalan. Akankah ada pertolongan?
Sekarang dia berhenti. Apakah
itu? Suatu suara yang sudah sering didengarnya dan semakin mendekat. Tentulah
itu bunyi pesawat terbang. Tidak salah lagi sebentar kemudian mendaratlah salah
satu pesawat terbang Inggris itu pada saat yang tepat sehingga penerbang
Spanyol itu tertolong.
Kemudian mereka mencari yang
seorang lagi. Ternyata yang sudah tertolong itu sudah berjalan sejauh 45 paal
dari pesawat terbangnya sedang temannya saat diketemukan sudah berjalan 25
paal.
Waktu kabar tertolongnya
penerbang itu sampai Spanyol dan disiarkan di suratkabar seluruh negeri
bersukaria. Raja dan pemerintah Spanyol menyatakan terima kasihnya gedung
kedutaan besar Inggris di Madrid Spanyol menerima banyak surat pernyataan
terimakasih. (dikutip dari buku Gembira 1 halaman 70 - 72 sampulnya sudah rusak
tidak diketahui siapa panerbitnya tahun terbit sekitar 1960-an).

0 comments:
Post a Comment